A. Pengendalian Internal
Pengertian
Pengendalian internal adalah rencana, metoda, prosedur, dan
kebijakan yang didesain oleh manajemen untuk memberi jaminan yang memadai atas
tercapainya efisiensi dan efektivitas operasional, kehandalan pelaporan
keuangan, pengamanan terhadap aset, ketaatan/kepatuhan terhadap undang-undang,
kebijakan dan peraturan lain.
Tujuan
Tujuan pengendalian internal adalah menjamin manajemen perusahaan agar :
- Tujuan perusahaan yang ditetapkan akan dapat dicapai.
- Laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan dapat dipercaya.
- Kegiatan perusahaan sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
B. Pengendalian Umum
Pengertian
Pengendalian umum pada perusahaan dilakukan terhadap aspek
fisikal maupun logikal. Aspek fisikal dilakukan terhadap aset-aset fisik
perusahaan, sedangkan aspek logikal terhadap sistem informasi di level
manajemen (misal: sistem operasi). Pengendalian umum sendiri digolongkan
menjadi beberapa, diantaranya :
- Pengendalian
organisasi dan otorisasi. Pengendalian organisasi adalah secara umum terdapat
pemisahan tugas dan jabatan antara pengguna sistem (operasi) dan administrator
sistem (operasi). Dan juga dapat dilihat bahwa pengguna hanya dapat mengakses
sistem apabila memang telah diotorisasi oleh administrator.
- Pengendalian
operasi. Operasi sistem informasi dalam perusahaan juga perlu
pengendalian untuk memastikan sistem informasi tersebut dapat beroperasi dengan
baik selayaknya sesuai yang diharapkan.
- Pengendalian
perubahan. Perubahan-perubahan yang dilakukan terhadap sistem informasi
harus dikendalikan, termasuk pengendalian versi dari sistem informasi tersebut,
catatan perubahan versi, serta manajemen perubahan atas diimplementasikannya
sebuah sistem informasi.
- Pengendalian
akses fisikal dan logikal. Pengendalian akses fisikal berkaitan dengan akses secara
fisik terhadap fasilitas-fasilitas sistem informasi suatu perusahaan, sedangkan
akses logikal berkaitan dengan pengelolaan akses terhadap sistem operasi sistem
tersebut (misal: windows).
Tujuan
Tujuan pengendalian umum lebih menjamin integritas data yang
terdapat di dalam sistem komputer dan sekaligus meyakinkan integritas program
atau aplikasi yang digunakan untuk melakukan pemrosesan data.
Ruang Lingkup
Ruang lingkup yang termasuk dalam pengendalian umum
(pengendalian perspektif manajemen) diantaranya adalah:
- Pengendalian manajemen puncak (top management controls).
- Pengendalian manajemen pengembangan sistem (information system management controls).
- Pengendalian manajemen sumber data (data resources management controls).
- Pengendalian manajemen operasi (operations management controls).
- Pengendalian manajemen keamanan (security administration management controls).
- Pengendalian manajemen jaminan kualitas (quality assurance management controls).
Contoh
Pengendalian umum juga dapat diarAkan sebagai pengendalian
yang Adak terkait langsung ke suatu aplikasi tertentu. Misalnya dalam contoh
ATM, ketentuan bahwa masuk ke ruang ATM tidak boleh memakai helm. Adanya CCTV
di ruang ATM dan ketentuan adanya satpam di situ adalah dapat dikategorikan
dengan pengendalian umum (ketentuan-ketentuan tersebut tidak langsung dengan
transaksi pengambilan uang di mesin ATM).
Pengendalian Aplikasi
Pengertian
Pengendalian aplikasi (application controls) adalah sistem
pengendalian intern komputer yang berkaitan dengan pekerjaan atau kegiatan
tertentu yang telah ditentukan (setiap aplikasi berbeda karateristik dan
kebutuhan pengendaliannya). Misalnya komputerisasi kepegawaian tentu berbeda
resiko dan kebutuhan pengendaliannya dengan sistem komputerisasi penjualan,
apalagi bila sistem penjualan tersebut didesain web-based atau E-Commerce.
Pengendalian Aplikasi Terdiri Dari :
- Pengendalian masukan atau input controls.
- Pengendalian proses pengolahan data atau process controls.
- Pengendalian keluaran atau output controls.
Tujuan
Tujuan pengendalian aplikasi dimaksudkan untuk memastikan
bahwa data di-input secara benar ke dalam aplikasi, diproses secara benar, dan
terdapat pengendalian yang memadai atas output yang dihasilkan. Dalam audit
terhadap aplikasi, biasanya, pemeriksaan atas pengendalian umum juga dilakukan
mengingat pengendalian umum memiliki kontribusi terhadap efektifitas atas
pengendalian-pengendalian aplikasi.
Contoh
Pengendalian
aplikasi disebut juga pengendalian transaksi, karena didesain berkaitan dengan
transaksi pada aplikasi tertentu. Misalnya apabila nasabah akan mengambil uang
di ATM, setelah memasukkan kartu akan dimina PIN, atau setelah memasukkan nilai
uang yang akan diambil, ATM akan mengecek sapakah saldo cukup, atau jumlahnya
diijinkan sesuai dengan mengecek apakah saldo cukup, atau jumlahnya diijinkan
sesuai dengan ketentuan bank. Pengendalian berupa PIN dan limit pengambilan
uang tersebut hanya berlaku di ATM, tidak berlaku di kegiatan lain.
Unsur
Terdapat
beberapa unsur dalam pengendalian aplikasi, pengendalian aplikasi pada dasarnya
terdiri dari:
- Pengendalian batas sistem (boundary controls).
- Pengendalian masukan (input controls).
- Pengendalian proses pengolahan data (process controls).
- Pengendalian keluaran (output controls).
- Pengendalian file/database (file/database controls).
- Pengendalian komunikasi aplikasi (communication controls).
No comments:
Post a Comment